Gunung Marapi Erupsi, Yuk Kenali 3 Jenis Bahaya Letusan Gunung Api

Ilustrasu Gunung Api Banda.
Ilustrasu Gunung Api Banda.

Gunung Marapi, Sumatera Barat erupsi tiba-tiba, Minggu (3/12/2023). Data PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, menyatakan kolom abu teramati kurang lebih 3.000 meter di atas puncak atau setara 5.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) pukul 14.54 WIB.


Akibat letusan itu, hingga Senin pagi (4/12/2023), sebanyak 11 pendaki meninggal dunia dan 49 orang lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, meski ada yang menderita luka-luka. Sementara, 12 lainnya masih dalam pencarian. 

Gunung Marapi meletus tiba-tiba. Melansir laman vsi.esdm.go.id, erupsi tanggal 3 Desember 2023 Pukul 14.54 WIB tidak didahului oleh peningkatan gempa vulkanik yang signifikan.

Tercatat Gempa Vulkanik-Dalam (VA) hanya terekam 3 kali antara tanggal 16 November 2023 – 2 Desember 2023. Peralatan deformasi (Tiltmeter)  yang berada di stasiun puncak menunjukkan pola mendatar pada sumbu radial dan sedikit inflasi pada sumbu tangensial.

Hal ini menunjukkan proses erupsi berlangsung cepat dan pusat tekanan hanya berada pada kedalaman dangkal (sekitar puncak),” demikian tertulis dalam laman ESDM. 

Berada di Cincin Api Pasifik, banyak gunung berapi aktif di Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan menjadi yang teraktif di dunia. 

Diketahui, erupsi gunung api merupakan salah satu bencana yang sering dialami oleh Indonesia. menurut pengertiannya, Erupsi gunung api adalah proses keluarnya magma dari ruang magma dalam perut gunung berapi yang diakibatkan oleh adanya aktivitas magama dan pergerakan yang terjadi pada lempeng tektonik.

Apabila kita melihat dampak yang ditimbulkan akibat erupsi gunung api, kita dapat mengetahui bahwa dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada kesehatan masyarakat yang ada disekitarnya, namun dampaknya juga dapat merusak lingkungan dan mempengaruhi kondisi alam.

Berikut ini adalah 3 jenis bahaya yang muncul akibat adanya letusan gunung api mengutip laman Kemenkes:

 

1.  Bahaya Primer (Bahaya langsung dari erupsi)

Aliran hawa Panas

Lahar letusan (lumpur panas)

 Lelehan lava

Gas vulkanik beracun

Lontaran batu pijar

2.  Bahaya Sekunder (Bahaya yang tidak langsung dari erupsi)

Lahar

Longsor Vulkanik

3.  Bahaya Ikutan (bahaya lain yang dipicu oleh dampak erupsi 

Tsunami

Kelaparan

Banjir bandang

Dengan mengetahui 3 jenis bahaya yang berpotensi akan terjadi akibat dampak erupsi gunung api diatas, diharapkan masyarakat bisa lebih waspada dan bersegera untuk mengevakuasi diri ke lokasi yang lebih aman atau yang sudah ditentukan sebelumnya oleh petugas yang berwenang di lokasi bencana.