Berduka Ali Yafie Wafat, Din Syamsuddin: Indonesia Kehilangan Tokoh Ulama Kharismatik

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) 1990-2000, KH Ali Yafie/Net
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) 1990-2000, KH Ali Yafie/Net

Ucapan belasungkawa atas wafatnya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) 1990-2000, KH Ali Yafie, turut disampaikan mantan Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof Din Syamsuddin.


“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Bangsa Indonesia, khususnya umat Islam, kehilangan seorang tokoh ulama (KH Prof Ali Yafie),” ucap Din Syamsuddin dalam keterangannya, Minggu dini hari (26/2).

Din Syamsuddin pun mengenang almarhum saat dirinya masih menjabat Sekretaris MUI.

“Sebagai Sekretaris MUI waktu itu, saya menyaksikan almarhum adalah seorang ulama yang fakih (mempunyai wawasan pengetahuan keislaman yang luas), dan juga fasih menjelaskan realitas sosial-politik umat dan bangsa. Di samping itu beliau memiliki sikap teguh dalam prinsip (istiqamah dan amanah),” kenang mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Din Syamsuddin menambahkan, almarhum mengalami sakit sudah cukup lama dalam usia yang sudah lanjut. Ia pun berdoa agar sakitnya tersebut telah menjadi sarana penggugur dosa.

“Tersisa bagi kita umat Islam untuk dapat melahirkan kembali Ali Yafie-Ali Yafie lain yang memiliki kapasitas, intelektualitas, dan integritas seperti yang dimiliki almarhum Prof KH Ali Yafie. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu 'anhu,” tuturnya.

Din Syamsuddin pun menyesal tak bisa bertakziyah lantaran saat ini ia masih berada di luar negeri, tepatnya di Oran, Aljazair.

“Menyesal belum sempat menjenguk beliau dan bertakziyah ke rumah duka karena sedang berada di Oran, Aljazair, hadiri sebuah konferensi,” demikian Din Syamsuddin.

KH Ali Yafie wafat pada Sabtu (25/2) pukul 22.13 WIB. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Kompleks Menteng Residence, Jalan Menteng V Blok FC 5 No 12, Sektor 7, Bintaro Jaya.

Rencananya, jenazah akan dimakamkan pada Minggu siang (26/2) bada dzuhur di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.