AMAK Desak Penyidik Tangkap Pelaku Utama Korupsi Pembangunan Pasar Langgur

Salah satu tuntutan AMAK dalam aksi damai di depan kantor Kejati Maluku. Senin 4 Desember 2023
Salah satu tuntutan AMAK dalam aksi damai di depan kantor Kejati Maluku. Senin 4 Desember 2023

Dua pelaku yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka korupsi Pembangunan Pasar Langgur diduga bukanlah tersangka utama dalam kasus tersebut.


Hal ini disampaikan masa aksi dari Angkatan Muda Anti Korupsi (AMAK) Kabupaten Maluku Tenggara yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku. Senin 2 Desember 2023.

Koordinator aksi AMAK AG. Rabrusun dalam rilis yang diterima redaksi bahkan menegaskan, kedua tersangka yang saat ini telah ditahan penyidik bukan tersangka utama melainkan R. Rentabubun adik kandung mantan Bupati Maluku Tenggara Andreas Renatubun.

" Agar pihak yang berkait harus di panggil minggu ini juga termasuk Robert Rentanubun yang diduga adalah dalang dari mangkraknya pasar langgur," kata Rabsubun.

Pada kesempatan itu, AMAK juga mendesak agar Kejakasaan Tinggi Maluku dapat melanjutkan proses penyelidikan mangkraknya pembangunan jembatan Dian Pulau Tetoat dan pembangunan gedung kantor Bupati Maluku Tenggara serta DPRD Maluku Tenggara, semua proyek tersebut dikerjakan dimasa pemerintahan Andreas Rentanubun.

Menurut Rabsubun, mega proyek jembatan Dian Pulau Tetoat, telah menelan anggaran negara yang sangat pantastis, namun sampai saat ini proyek tersebut belum dapat dinikmatu masyarakat.

Dari data AMAK, proyek jembatan Dian Pulau Tetoat anggaran yang telah menelan anggaran Rp38.796.428.000,00, dari total anggaran yang di anggarkan.

" Banyak sekali proyek mangkrak di era kepemimpinan Bapak Adreas Rentanubun, tak tuntasnya proyek-proyek ini patut diduga terjadi tindak pidana, dan harus diusut tuntas," tegasnya. (*)