5 Fakta Spektakuler Pulau Sumba di Luar ‘Susu Kuda Liar’

Kuda-kuda sumba di bentangan bibir pantai.(dok.istimewa)
Kuda-kuda sumba di bentangan bibir pantai.(dok.istimewa)

Bicara Pulau Sumba, maka yang terbayang adalah padang savana nan luas dengan kuda-kuda yang berlarian liar. Begitulah Sumba digambarkan dalam buku-buku cerita.


Pulau Sumba berada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada empat kabupaten di pulau ini, yakni Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.

Untuk menjangkau Sumba paling mudah menggunakan jalur penerbangan. Ada dua bandara di Pulau Sumba, yakni Bandara Lede Kalumbang di Tambolaka, yang merupakan akses dari barat, serta Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu untuk yang membutuhkan akses dari timur. 

Masyarakat Sumba dikenal memiliki tradisi adat yang kuat, seperti upacara adat dan rumah adat yang disebut ‘Ratenggaro’.

Selain itu, Sumba juga terkenal dengan tenun ikat tradisionalnya yang indah dan kuda Sumba yang merupakan simbol penting dalam kehidupan mereka.

Lansekap yang berbukit dengan padang rumput dan savana menjadi pemandangan khas yang segera kelihatan begitu menginjakkan kaki di Sumba. Budidaya ternak menjadi bagian tak terpisahkan dengan adat, tradisi dan budaya Sumba.

Kerbau, babi, kambing, dan sapi merupakan ternak yang banyak dipelihara disamping tentu saja kuda yang merupakan ikon Sumba. Lahan padang dan savana yang luas menjadi potensi pendukung utama yang mendorong pertumbuhan peternakan di Pulau Sumba.

Satu hal yang kerap dibicarakan tentu susu kuda liar. Meski faktanya, kuda-kuda yang diperah susunya bukanlah kuda liar, sebagaimana digambarkan. Kuda tersebut adalah kuda ternak dan diperah di istal-istal sederhana.

Selain ternak, Sumba juga memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata. Berikut ini adalah fakta-fakta Pulau Sumba, di luar susu kuda liar yang sudah terlebih dahulu populer:

1. Pantai Eksotis

Sumba memiliki pantai-pantai yang memukau seperti Pantai Tarimbang dan Pantai Weekuri. Pasir putih, ombak indah, dan tebing-tebing karang menambah pesona alamnya.

2. Tradisi dan Budaya

Upacara adat, tarian tradisional, dan arsitektur rumah adat seperti Ratenggaro menawarkan pengalaman budaya yang unik.

3. Tenun Ikat

Sumba terkenal dengan tenun ikat tradisionalnya. Wisatawan dapat mengunjungi desa-desa pengrajin tenun untuk melihat proses pembuatan dan membeli produk-produk khas Sumba.

4. Savana dan Perbukitan

Lanskap savana dan perbukitan di Sumba memberikan pengalaman berbeda dan menjadi daya tarik bagi wisatawan pecinta alam.

5. Kuda Sumba

Kuda Sumba yang eksotis dan gagah menjadi daya tarik tersendiri. Pusat pembiakan kuda di Wanokaka menjadi tempat menarik untuk dikunjungi. Wilayah ini juga mengasilkan susu kuda, yang belakangan populer dengan sebutan ‘susu kuda liar’.

6. Gembala Ternak

Berbeda dengan di Jawa, ternak di Pulau Sumba dilepasliarkan atau digembala. Penggembalaan ternak ini bisa menjadi wisata petualangan alam, selayaknya para koboy di daratan Amerika.(*)